MEDAN, Index Sumut – Semangat kolaborasi antara pendidikan, praktik lapangan, dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, melalui penyerahan 3.000 bibit kopi varietas Gayo 1 kepada enam kelompok tani dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Dairi, dan Simalungun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Kopi 2026 sekaligus peringatan Dies Natalis ke-8 Polbangtan Medan yang dilaksanakan pada Kamis (2/3/2026).

Bibit kopi yang diserahkan merupakan hasil praktik mahasiswa Semester I Tahun Akademik 2025/2026 pada mata kuliah Teknologi Benih dan Perbanyakan Tanaman. Praktik tersebut dibimbing oleh dosen pengampu Merlyn Mariana dan Mahmudah, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik (teaching factory) yang mengintegrasikan teori, keterampilan, dan penerapan langsung di lapangan.

Ini searah dengan pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menegaskan kolaborasi antara dunia pendidikan, praktik lapangan, dan pengabdian kepada masyarakat adalah kunci membangun pertanian Indonesia yang maju.

Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti yang mengatakan, mahasiswa harus belajar dari lapangan, berinovasi bersama petani, dan mengabdikan ilmunya untuk menjawab tantangan pertanian.

“Dengan semangat kolaborasi inilah kita mencetak SDM pertanian yang mampu mewujudkan swasembada pangan dan membawa pertanian Indonesia semakin modern, maju, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam mendampingi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan pertanian.

Sebanyak 3.000 bibit kopi unggul varietas Gayo 1 diserahkan kepada enam kelompok tani sebagai bentuk kontribusi nyata Polbangtan Medan dalam mendukung pengembangan komoditas kopi di Sumatera Utara sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dengan masyarakat tani.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani.

“Melalui praktik perbanyakan tanaman, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan bibit yang berkualitas, tetapi juga memahami bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penyerahan bibit ini menjadi wujud nyata kontribusi Polbangtan Medan dalam mendukung pengembangan kopi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani,” ujarnya.

Dosen pengampu mata kuliah, Merlyn Mariana, menjelaskan bahwa proses produksi bibit dilakukan oleh mahasiswa mulai dari persiapan media tanam, seleksi benih, penyemaian, pemeliharaan hingga bibit siap tanam sesuai dengan standar teknis pembibitan.

“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman utuh dalam menghasilkan bibit yang berkualitas. Dengan demikian, mereka tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami pentingnya menghasilkan benih yang mampu mendukung produktivitas usaha tani,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas unggulan Sumatera Utara.

Penyerahan bibit kopi ini juga menjadi salah satu wujud komitmen Polbangtan Medan dalam mendukung regenerasi petani, penguatan agribisnis kopi, serta pembangunan pertanian yang berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.(R)

Share: