MEDAN, Index Sumut – Ampas kopi yang kerap dianggap limbah tak berguna, kini bisa berubah menjadi sabun alami, gantungan kunci estetis, hingga vas bunga bernilai jual tinggi.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Workshop Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kopi Menjadi Sabun dan Vas Bunga pada Senin, 13 Juli 2026, di Laboratorium Dasar Pertanian, mengangkat semangat ekonomi sirkular sekaligus pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari perwakilan 4 kedai kopi, mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Institut Pertanian Bogor, serta mahasiswa Polbangtan Medan. Materi mencakup pengenalan potensi limbah kopi, teknik pembuatan sabun alami, gantungan kunci, hingga praktik penyusunan vas bunga berbahan dasar ampas kopi. Narasumber dalam kegiatan ini Arie Hapsani Hasan Basri didampingi fasilitator Juita Frida Butar-Butar, Restu Nabila, dan M. Hafiz Nazuha.

Ketua Panitia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dan generasi muda dalam melihat peluang dari apa yang kerap terbuang. “Selain mengurangi tumpukan limbah, kami ingin membuka wawasan bahwa limbah kopi masih punya nilai guna dan ekonomi yang layak dikembangkan,” ujarnya dalam laporan pembukaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengelolaan limbah pertanian adalah kunci kemajuan sektor sekaligus wujud ekonomi sirkular yang nyata.

“Limbah bukanlah akhir, melainkan awal dari nilai tambah baru. Inovasi seperti ini harus terus didorong agar setiap sisa hasil produksi bisa memberi manfaat, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan petani. Generasi mudalah yang akan membawa perubahan ini lebih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyambut baik langkah konkret Polbangtan Medan.

“Pelatihan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas bukan sekadar teori, melainkan praktik yang memberi solusi nyata. Kami ingin peserta tak hanya terampil, tapi juga berjiwa wirausaha, mampu menggerakkan lingkungan sekitar untuk lebih kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada,” tegasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menambahkan bahwa pendidikan vokasi pertanian harus menjadi pusat inovasi yang menjawab kebutuhan zaman.

“Kegiatan ini selaras dengan semangat kami dengan menggabungkan keterampilan teknis dengan kreativitas dan wawasan bisnis. Mahasiswa dan masyarakat yang terlatih akan menjadi agen perubahan yang mengubah tantangan limbah menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan, rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Ampas kopi yang melimpah di daerah kita, jika dikelola dengan tepat, bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Semoga peserta yang hadir bisa mengamalkan ilmunya dan menginspirasi banyak orang lain,” ujarnya usai membuka kegiatan secara resmi.

Workshop ini diharapkan melahirkan produk-produk inovatif berbasis limbah kopi yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga layak dijual. Peserta diajak menjadi pelopor yang mengubah pandangan umum bahwa limbah pun bisa menjadi berkah jika dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas yang tepat.

Kegiatan ini ditutup dengan praktik langsung pembuatan produk dan diskusi peluang pemasaran, sebagai bekal agar hasil pelatihan dapat segera diterapkan dan dikembangkan bersama-sama. (R)

Share: