TAPANULI SELATAN, Index Sumut – Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian Medan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tugas akhir mahasiswa semester VIII Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) dan Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi (PPP) Tahun Akademik 2025/2026 di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 April 2026 ini diikuti oleh tim dosen pembimbing, yakni Makruf Wicaksono dan Puji Wahyu Mulyani. Dalam kunjungan tersebut, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas akhir mahasiswa di sejumlah lokasi.

Lokasi pelaksanaan tersebar di beberapa wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), antara lain BPP Sipirok, BPP Marancar, BPP Padangsidimpuan Tenggara, dan BPP Angkola Muara Tais.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Andi Amran Sulaiman mengatakan, pelaksanaan tugas akhir mahasiswa Polbangtan harus berbasis praktik nyata di lapangan dan menjawab kebutuhan pertanian saat ini. Mahasiswa tidak hanya menulis laporan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan produksi, efisiensi, dan modernisasi pertanian.

“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riil pertanian merupakan strategi penting untuk mencetak SDM unggul. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa akan memahami persoalan petani sekaligus menghadirkan inovasi berbasis teknologi,” ujarnya.

Begitu juga Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, BPPSDMP terus mendorong agar tugas akhir mahasiswa tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi sektor pertanian serta memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan pertanian modern dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, pelaksanaan tugas akhir mahasiswa Polbangtan menjadi bentuk nyata penerapan ilmu di lapangan. “Kami berharap karya yang dihasilkan mampu menunjukkan kompetensi mahasiswa serta memberikan kontribusi bagi pembangunan pertanian dan swasembada pangan,” ujarnya.

Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Medan tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis, tetapi juga keterampilan merancang program penyuluhan yang efektif, adaptif terhadap kearifan lokal, serta selaras dengan perkembangan teknologi pertanian.

“Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi penyuluhan pertanian yang inovatif dan aplikatif sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian,” ujar Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap.

Makruf Wicaksono selaku Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan mengatakan, salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah terjalinnya kerja sama dengan mitra usaha kopi lokal, yaitu Filo Coffee Plantation and Roastery yang berlokasi di Desa Parsorminan, Kecamatan Sipirok. Kolaborasi ini diinisiasi oleh mahasiswa sebagai bagian dari proyek pemberdayaan ekonomi petani kopi.

Dalam kegiatan monitoring, tim dosen juga melakukan diskusi dengan Parindongan Siregar selaku penanggung jawab Filo Coffee, yang berperan sebagai mitra off-taker dalam mendukung pemasaran hasil produksi petani.

Menurut Puji Wahyu Mulyani, proyek pemberdayaan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berperan sebagai problem solver sekaligus agrosociopreneur yang mampu mendorong perubahan sosial dan peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan.

Salah satu inovasi yang dihasilkan mahasiswa adalah pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi produk bernilai tambah, seperti body scrub. Inovasi ini tidak hanya mendukung konsep ekonomi sirkular (circular economy) dalam pengelolaan limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi petani kopi.

Mahasiswa Ananda Rully dari Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi menyampaikan bahwa produk olahan berbahan dasar ampas kopi tersebut diharapkan dapat menjadi produk unggulan yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Sipirok.

Melalui kegiatan ini, Polbangtan Medan terus berkomitmen mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dan inovasi, guna mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (R)

Share: