MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan kegiatan kuliah umum dengan tema “Strategi Mewujudkan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan” secara hibrida, Rabu (13/5).
Kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa Jurusan Perkebunan, serta turut didukung dan diarahkan oleh berbagai pihak terkait untuk memberikan wawasan mendalam mengenai pengembangan sektor perkebunan nasional. Kegiatan ini dipandu oleh Dedi Wahyudi sebagai moderator yang memastikan jalannya acara berjalan teratur dan terarah.
Kegiatan yang menghadirkan Dosen Program Studi Magister PSL IPB, Hariyadi sebagai narasumber ini menyampaikan materi mengenai perkembangan, peran dan cara mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Beliau menjelaskan bahwa industri kelapa sawit telah menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia.
Sejak diperkenalkan di Kebun Raya Bogor pada tahun 1848, tanaman ini telah berkembang pesat hingga mencapai luas lahan lebih dari 16,83 juta hektare pada tahun 2023 dengan produksi CPO sebesar 48,6 juta ton dan nilai ekspor yang mencapai puluhan triliun rupiah. Di Sumatera Utara, sektor ini juga memiliki peranan besar dengan luas lahan sekitar 8,2 juta hektare dan menjadi sumber pendapatan serta lapangan kerja bagi jutaan masyarakat.
Beliau menekankan bahwa perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan harus memperhatikan tiga aspek utama, yaitu aspek legalitas, lingkungan atau ekologi, serta aspek sosial dan ekonomi.
“Perkebunan yang berkelanjutan harus memiliki kepastian hak atas lahan dan izin usaha yang jelas, tidak merusak lingkungan, melindungi keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat yang seimbang baik bagi masyarakat sekitar maupun pelaku usaha. Selain itu, penerapan standar sertifikasi seperti ISPO dan RSPO menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan produksi,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bahwa perkebunan kelapa sawit adalah aset nasional yang harus dijaga dan dikembangkan dengan bijak. Pemerintah mendorong penerapan praktik pertanian yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan agar industri ini tetap mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan rakyat dalam jangka panjang.
“Generasi muda seperti mahasiswa adalah harapan utama untuk melanjutkan pengembangan sektor ini dengan inovasi dan tanggung jawab,” kata Mentan Amran.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsanti juga mengatakan bahwa pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu dan ahli dalam bidang perkebunan.
“Melalui kegiatan seperti kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami tantangan dan peluang di lapangan, serta mampu menerapkan pengetahuan dan teknologi yang tepat guna mewujudkan perkebunan yang berkelanjutan dan menghasilkan hasil yang baik,” katanya.
Dikesempatan lain, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Muhammad Amin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar menuntut para pelaku perkebunan untuk terus berubah dan menciptakan hal baru. Mahasiswa harus memahami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang memastikan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor ini.
“Kami mendukung upaya pengembangan kemampuan mahasiswa dalam hal ini melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pengalaman di lapangan,” kata Amin.
Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap mengatakan dalam sambutannya melalui kuliah umum dengan tema ‘Strategi Mewujudkan Perkebunan Berkelanjutan’, dapat membuka wawasan bahwa sektor perkebunan khususnya sawit bukan hanya tentang hasil ekonomi tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, dan masa depan pertanian Indonesia.
“Semoga forum ini menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan menumbuhkan semangat generasi muda pertanian untuk terus berinovasi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari para peserta. Para mahasiswa mengaku mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat, baik mengenai sejarah, peran penting, maupun cara mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pikiran dan ide antara akademisi, pejabat, dan mahasiswa untuk memajukan sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia. Melalui kesempatan ini, harapannya generasi muda dapat memegang peran penting dalam menjaga dan mengembangkan potensi industri kelapa sawit demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan bersama. (R)





