Index Sumut – Belakangan ini, penyakit hantavirus menjadi perhatian publik setelah muncul kasus pemantauan di Indonesia. Banyak masyarakat mulai bertanya-tanya, apakah virus dari tikus ini bisa menular antarmanusia seperti flu atau COVID-19?

Hantavirus memang perlu diwaspadai, namun masyarakat diminta tidak panik. Penularannya berbeda dengan virus pernapasan yang menyebar cepat dari manusia ke manusia.

Apa Itu Hantavirus?

Melansir Mitra Keluarga, Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan curut. Nama virus ini berasal dari Sungai Hantaan di Korea, lokasi pertama kali virus tersebut diidentifikasi.

Virus ini ditemukan di berbagai wilayah dunia, termasuk Asia, Eropa, hingga Afrika. Meski tergolong langka, hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius dan berpotensi fatal bila tidak ditangani dengan cepat.

Berbeda dengan COVID-19, hantavirus umumnya tidak mudah menular antarmanusia. Penularan lebih banyak terjadi melalui hewan pembawa virus.

Bagaimana Hantavirus Menular?

Penularan hantavirus paling sering terjadi ketika manusia terpapar urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Virus dapat masuk ke tubuh melalui:
* Udara yang terkontaminasi partikel kotoran atau urine tikus
* Luka terbuka pada kulit
* Mata atau mulut
* Gigitan tikus, meski kasusnya jarang terjadi

Risiko penularan lebih tinggi di tempat yang menjadi habitat tikus, seperti gudang, lumbung, pertanian, rumah kosong, atau bangunan yang lama tidak ditempati.

Pada beberapa jenis tertentu seperti Andes virus di Amerika Selatan, penularan antarmanusia pernah dilaporkan. Namun kasus tersebut sangat jarang dan biasanya terjadi melalui kontak sangat dekat dalam waktu lama.

Artinya, hantavirus tidak menyebar lewat aktivitas sehari-hari seperti berada di kantor, sekolah, pusat perbelanjaan, atau transportasi umum.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Infeksi hantavirus dapat menyebabkan dua kondisi utama, yaitu:
1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Kondisi ini tergolong serius karena dapat menyebabkan gagal napas.

Gejala awal biasanya muncul 1–8 minggu setelah terpapar virus, antara lain:
* Demam
* Kelelahan
* Nyeri otot
* Sakit kepala
* Pusing
* Menggigil
* Mual dan muntah
* Diare
* Nyeri perut

Beberapa hari kemudian, penderita dapat mengalami:
* Batuk
* Sesak napas
* Dada terasa berat akibat cairan di paru-paru
* Pada tahap berat, HPS memiliki risiko kematian yang cukup tinggi.

2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Jenis ini menyerang ginjal dan dapat memicu gangguan serius pada tubuh.
Gejalanya meliputi:
* Sakit kepala berat
* Nyeri punggung dan perut
* Demam tinggi
* Mual
* Penglihatan kabur
* Mata merah
* Wajah kemerahan
* Ruam kulit

Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami:
* Tekanan darah rendah
* Syok
* Perdarahan internal
* Gagal ginjal akut

Tingkat keparahan penyakit berbeda-beda tergantung jenis virus yang menginfeksi.

Apakah Hantavirus Bisa Diobati?

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan pada perawatan suportif untuk membantu pasien tetap stabil.

Dokter biasanya memberikan:
* Terapi oksigen
* Cairan infus
* Pemantauan intensif
* Penanganan gangguan pernapasan atau ginjal

Pada beberapa kasus tertentu, obat antivirus seperti Ribavirin dinilai dapat membantu, terutama pada infeksi yang menyerang ginjal.

Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan medis, semakin besar peluang pemulihannya.

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan utama adalah menghindari kontak dengan tikus dan area yang terkontaminasi.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
* Menutup celah masuk tikus di rumah
* Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
* Membersihkan tumpukan barang dan semak di sekitar rumah
* Memasang perangkap tikus
* Membersihkan ruangan kosong dengan ventilasi yang baik

Cara Aman Membersihkan Kotoran Tikus
Saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi tikus, lakukan langkah berikut:
* Gunakan masker dan sarung tangan
* Semprotkan disinfektan terlebih dahulu
* Jangan menyapu kering karena partikel virus bisa beterbangan
* Gunakan tisu atau lap sekali pakai
* Buang sampah ke tempat tertutup
* Cuci tangan menggunakan sabun setelah selesai

Jika mengalami gejala setelah terpapar area yang banyak tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih cepat.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran hantavirus. (MK)

Share: