MEDAN, Index Sumut – Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas kopi nasional, khususnya di Sumatera Utara, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan Gebyar Kopi Nusantara 2026 mengusung tema “Brewing Innovations: Cita Rasa Lokal, Sinergi Global”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-8 Polbangtan Medan yang berlangsung di Kampus Polbangtan Medan, Kamis (2/7/2026).
Gebyar Kopi Nusantara 2026 menjadi wadah promosi, edukasi, kolaborasi, dan diseminasi inovasi dalam pengembangan sektor kopi dari hulu hingga hilir. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, petani, pelaku usaha, UMKM, pemerintah daerah, hingga komunitas kopi dalam satu ruang kolaborasi untuk mendorong kemajuan industri kopi Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri dan sekaligus memberikan arahan dan oleh Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, Plt Dirjen Perkebunan, Ali Jamil, Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, Bupati Dairi, Vickner Sinaga, Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Sekda Aceh Tengah, Mursyid, dan penggiat kopi serta bertindak sebagai moderator, Agus Iswar.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan komoditas kopi harus dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi produk, inovasi teknologi, serta penguatan kemitraan antara petani dan dunia usaha.
“Melalui penguatan kapasitas generasi muda pertanian, sektor perkopian diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam materinya menyampaikan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
“Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya agripreneur muda yang mampu mengembangkan bisnis kopi berbasis inovasi, teknologi, dan kreativitas,” ujarnya.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa penyelenggaraan Gebyar Kopi Nusantara merupakan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan ekosistem kopi Indonesia melalui pendidikan vokasi.
“Melalui Gebyar Kopi Nusantara 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh pelaku perkopian. Tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sebagai media berbagi pengetahuan, inovasi, dan peluang usaha sehingga mampu meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia sekaligus melahirkan generasi muda yang siap menjadi agripreneur di sektor perkopian,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, melalui Gebyar Kopi ini menunjukkan pendidikan vokasi pertanian tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten di lapangan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun jejaring, dan menjadi motor penggerak lahirnya wirausaha muda berbasis kopi.
“Inilah langkah nyata dalam mendukung regenerasi petani sekaligus memperkuat daya saing kopi Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Beragam kegiatan digelar dalam Gebyar Kopi Nusantara 2026. Salah satu agenda utama adalah Talk Show Kopi yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, yaitu Staf Ahli Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Bupati Dairi, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Aceh Tengah. Diskusi tersebut membahas peluang pengembangan kopi Indonesia, penguatan hilirisasi, pemasaran, hingga peran generasi muda dalam membangun industri kopi yang berkelanjutan.
Selain talk show, kegiatan juga dimeriahkan dengan bazar yang diikuti oleh pelaku usaha kopi, UMKM kopi, serta pelaku usaha kuliner makanan dan minuman. Kehadiran puluhan stan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat beragam produk kopi unggulan nusantara sekaligus mendorong promosi produk lokal.
Ketua Penyelenggara Kegiatan, Merlyn Mariana mengatakan, kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, Gebyar Kopi Nusantara 2026 juga menyelenggarakan Lomba Barista yang diikuti para barista muda berbakat serta Pelatihan Kopi yang memberikan pembekalan mengenai teknik penyeduhan, pengolahan, hingga peningkatan kualitas produk kopi.
Melalui penyelenggaraan Gebyar Kopi Nusantara 2026, Polbangtan Medan berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan petani dalam membangun industri kopi Indonesia yang semakin maju, inovatif, dan mampu bersaing di pasar internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata peran pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan pertanian, khususnya subsektor perkebunan kopi. (R)





