MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang Berdampak Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan pelepasan berlangsung di Lapangan Upacara Polbangtan Medan pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan magang berlangsung selama 5 bulan, mulai dari 24 Agustus hingga 18 Desember 2026.
Program ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi utama, yaitu Semester V dari prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Penyuluhan Perkebunan Presisi (PPP), dan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP). Sementara dari Semester VII hanya prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP).
Para mahasiswa akan ditempatkan di berbagai wilayah strategis di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga wilayah lainnya, untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus langsung di lapangan.
Wilayah Penempatan Magang untuk Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan & Penyuluhan Perkebunan Presisi pada Provinsi Sumatera Utara yaitu Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Asahan. Untuk Provinsi Sumatera Selatan berada di Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Muara Telang.
Pada Provinsi Lampung, mahasiswa ditempatkan pada Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan), dengan fokus penerapan Smart Farming.
Mahasiswa dari prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan ditempatkan di wilayah yang mencakup Aceh, Jawa Barat, Jambi hingga Jawa Timur. Dengan komoditas unggulan Kelapa Sawit dan Kopi, serta pembagian kelas berdasarkan tingkat semester dan kedalaman materi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program Magang Berdampak ini. Program magang seperti ini adalah langkah nyata untuk melahirkan tenaga kerja pertanian yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga terampil di lapangan. Pertanian modern membutuhkan generasi muda yang siap turun langsung, menguasai teknologi, dan mampu berinovasi.
“Sinergi antara kampus dan dunia kerja ini harus terus diperkuat demi terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya praktik lapangan dalam pendidikan vokasi. “MPendidikan vokasi pertanian menuntut kesesuaian antara kurikulum dan kebutuhan industri.
“Program Magang Berdampak ini menjembatani mahasiswa dengan dunia nyata pertanian. Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar teknis budidaya, tetapi juga manajemen, teknologi, dan budaya kerja profesional,” ungkapnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Magang Berdampak bukan sekadar praktik kerja biasa, melainkan pembelajaran yang menghasilkan dampak nyata bagi mitra industri maupun kemampuan mahasiswa.
“Melalui program ini, mahasiswa dilatih untuk memecahkan masalah operasional, menyusun studi kasus, hingga menghasilkan usulan inovasi yang bermanfaat. Ini adalah wujud nyata kualitas lulusan Polbangtan Medan yang siap pakai,” tuturnya.
Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar kepada seluruh mahasiswa yang berangkat magang.
“Hari ini kita melepas ratusan mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja nyata. Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kalian adalah mahasiswa yang berkarakter, disiplin, dan kompeten,” kata Nurliana.
Belajarlah sebanyak-banyaknya dari para pembimbing, petani, dan mitra industri. Tunjukkan bahwa lulusan Polbangtan Medan mampu memberikan kontribusi nyata di setiap tempat kalian ditempatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurliana mengingatkan bahwa mahasiswa mahasiswi Polbangtan Medan bukan sekadar magang saja tetapi mereka adalah agen perubahan.
“Bawa ilmu yang kalian miliki, kembangkan teknologi yang telah dipelajari, dan kembalilah dengan pengalaman yang berharga. Tetap jaga nama baik diri, keluarga, dan almamater Polbangtan Medan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk masa depan kalian,” tambahnya.
Program Magang Berdampak ini dirancang dengan sistem Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning), di mana mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan operasional.
Untuk Mahasiswa Semester V prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan & Penyuluhan Perkebunan Presisi di fokuskan pada pendampingan masyarakat, penyuluhan pertanian, konservasi tanah dan air, serta penerapan teknologi tepat guna di lapangan. Pada Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan meliputi pembukaan lahan, pembibitan, perawatan tanaman muda, proteksi tanaman berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT), hingga penyusunan studi kasus dan inovasi teknis.
Mahasiswa Semester VII (TPTP) perlu mendalami agronomi tanaman menghasilkan, manajemen pemupukan presisi, pengolahan hasil di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), pengendalian mutu, audit keberlanjutan (ISPO/RSPO), serta penyusunan penelitian terapan/kaji terap sebagai dasar tugas akhir.
Seluruh mahasiswa juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Internal dan Pembimbing Lapangan dari mitra industri, serta wajib menyusun laporan lengkap berupa logbook harian dan studi kasus berdampak.
Kegiatan pelepasan ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis peserta magang. Program Magang Berdampak ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring antara Polbangtan Medan dengan mitra di seluruh Indonesia, sehingga tercipta link and match yang kuat antara pendidikan vokasi dan dunia industri pertanian.
Semoga seluruh mahasiswa selamat, sukses, dan membawa pulang pengalaman serta prestasi yang membanggakan. (R)





