MEDAN, Index Sumut – Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan kegiatan tanam padi bersama di lahan Teaching Factory (TEFA) Polbangtan Medan, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran praktik lapangan sekaligus penguatan penerapan mekanisasi pertanian modern dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Pada kegiatan tersebut dilakukan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan sawah seluas 1 hektare menggunakan alat mesin pertanian rice transplanter Maxxi. Penggunaan rice transplanter diharapkan mampu meningkatkan efisiensi tanam, menghemat tenaga kerja, serta mempercepat proses budidaya padi.
Ini sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sektor pertanian harus mampu bertransformasi dengan memanfaatkan mekanisasi, digitalisasi, penggunaan drone pertanian, serta alat dan mesin pertanian modern agar proses budidaya menjadi lebih efisien, cepat, dan produktif,” ujarnya.
Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menambahkan, pertanian modern adalah jawaban untuk menghadapi tantangan pangan ke depan.
“Dengan teknologi, produktivitas meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan generasi muda akan semakin tertarik terjun ke sektor pertanian. Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan transformasi pertanian menuju pertanian maju, mandiri, dan modern,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin juga mengatakan, pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian nasional. Teknologi seperti mekanisasi pertanian, smart farming, drone pertanian, hingga digitalisasi penyuluhan diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan.
Selain itu, penanaman juga dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare menggunakan metode Arkansas dengan dukungan alat tanam yang berasal dari kelompok tani di Kabupaten Batu Bara. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan vokasi pertanian dengan petani dalam pengembangan dan pemanfaatan inovasi teknologi pertanian di lapangan.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui praktik langsung di lapangan sekaligus memperkenalkan teknologi budidaya padi yang adaptif dan efisien.
“Mahasiswa harus mampu memahami dan menguasai teknologi pertanian modern sejak dini. Melalui kegiatan tanam bersama ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik penggunaan alat dan metode tanam yang efektif untuk mendukung peningkatan produksi pangan,” ujarnya.
Kegiatan tanam bersama ini turut melibatkan dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan Polbangtan Medan. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran aplikatif sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi teknologi pertanian modern.(R)





